Sempat terbayang dibenak mereka, bagaimana jika terjadi banjir besar di desa Gunungreja maka sawah mereka yang penuh tanaman padi menjadi tenggelam dan rusak sehingga menggalami kerugian yang besar. Terlebih mereka akan sulit bercocok tanam. Beberapa orang warga desa ini mulai berpikir, bisakah Metode Vertikultur yang pernah diajarkan oleh Tim DRR Perdhaki diterapkan untuk menanam padi? So pasti, KENAPA TIDAK? Andaikan ini bisa dan berhasil, mereka tidak harus bersusah payah pergi ke sawah. Tetapi mereka juga bisa memanfaatkan lahan di sekitar mereka untuk menanam padi dengan media bokashi. Hasilnya bagaimana? Lumayan, meski masih dalam taraf uji coba. Setiap polybag dengan volume bokashi 2 kg bisa menumbuhkan 1 tanaman padi dengan 20-30 tunas atau batang baru. Jika media bokashinya baik, padi yang dihasilkan bisa mencapai 50-60 gram. Total hasilnya bisa dihitung sendiri, tergantung banyaknya polybag yang mereka gunakan. Meski banjir mereka masih bisa menanam padi.
Rombongan Cordaid berkunjung ke Sidareja sempat meninjau lokasi Vertikultur Padi milik Pak Halimi. Gambar disamping adalah padi yang berumur 50 hari pada media
Sabtu, 02 Oktober 2010
UJI COBA VERTIKULTUR PADI DI DESA GUNUNGREJA KEC.SIDAREJA
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)







.jpg)


wah..hebat yah, bisa nanam padi dipekarangan, salut buat pak halimi.
BalasHapusacung jempol buat pak halimi..
BalasHapusBENAR, PAK HALIMI ORANGNYA ASYIK, ULET DAN PENUH KREATIVITAS DALAM PERTANIAN..SAYA JUGA SENANG KALO SUDANG NGOBROL BERSAMA BELIAU..PAK HALIMI SALAH SATU TOKOH MASYARAKAT DI DESA GUNUNGREJA.SUKSESS SELALU YAH BUAT PAK HALIMI.
BalasHapusPADA FOTO YANG ADA TERSEBUT, PAK HALIMI MENANAM PADI DALAM POLIBAG DI DEPAN PEKARANGAN / HALAMAN RUMAHNYA, SEHINGGA BANYAK ORANG YANG LEWAT DIJALAN PENASARAN INGIN MELIHAT DAN BERTANYA-TANYA KEPADA PAK HALIMI..TIM DRR SIDAREJA TERUTAMA BU WIWIN, SELALU MEMBERIKAN MOTIVASI DAN DORONGAN KEPADA WARGA UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM VERTIKULTUR YANG COCOK UNTUK DAERAH BANJIR SEPERTI GUNUNGREJA.
BalasHapus