TEMPAT PRAKTEK UMUM

TEMPAT PRAKTEK UMUM
TARISI RT 01 RW 03 KEC.WANAREJA KAB.CILACAP

Masyarakat desa Gunungreja mengembangkan sistem vertikultur

Dalam program DRR (Disaster Risk Reduction) ada kegiatan tentang pemanfaatan sampah untuk dijadikan sebagai Bokashi, media tanam yang subur organik bagi tanaman, sayur atau padi, Tim fasilitator Perdhaki unit Sidareja melakuakn pendampingan ke masyarakat desa gunungreja dibidang pertanian ini yaitu sistem vertikultur. sayur-sayuran, misalnya seledri, tomat, cabe, ceisim dan lain-lain kemudian dimasukan kedalam polibag-polibag, jadi bila terjadi banjir tanaman ini bisa dipindahkan atau diletakan diatas para-para. Tokoh masyarakat desa Gunungreja yang sudah melakukannya yaitu Pak Haji Ibrahim yang menanam ceisim dipolibag dan pak Halimi dengan menanam padi di polibag di pekarangan rumahnya.

Pelatihan Pembuatan Bokashi

Hari ini selasa, 16 juni 2010, ada pelatihan lanjutan dari minggu kemarin dilaksanakan dibalai desa Gunungreja, dipandu oleh pak Marino, Wiwin dan 10 orang perwakilan warga desa gunungreja , warga masyarakat dilatih untuk mengolah bokashi yang sudah dibuat minggu lalu secara bersama-sama, bokashi siap pakai jika sudah ada jamur yang berwarna keputih putihan yang menutupi permukaan bokashi,masyarahat melakukan praktek cara pemindahan bibit ceisim dari polibag kecil ke polibag yang lebih besar dengan teknik khusus, selanjutnya diajari cara pemeliharaan dan teknik penyiraman untuk bibit yang baru tumbuh. Pak marino memperkenalkan juga konsep vertikultur dengan membuat para-para dihalaman untuk tempat polibag- polibag bibit sayuran yang sudah jadi. Pelatihan ini dimaksudkan agar masyarakat bisa menularkan pengetahuan ini ke masing-masing keluarga di tiap tiap RT yang akan dikoordinasikan oleh perwakilan yang telah mengikuti pelatihan ini, target dalam 1 Rt sudah terbentuk beberapa sentral kelurga pencontohan untuk pembuatan bokashi dan sistem vertikultur. Dengan pengenalan konsep sistem vertikultur ini masyarakat bisa menyediakan kebutuhan sayuran sebagai kebutuhan sehari hari, sehingga jika terjadi banjir dimana lahan pertanian dan halaman sudah terendam masyarakat sudah tidak bingung lagi untuk mencari kebutuhan sayuran karena tersedia dalam bentuk para-para yang ada di masing masing keluarga. Selain itu ke depannya jika berhasil pertanian sistem ini bisa mendatangkan penghasilan bagi mereka. Hal ini sesuai dengan konsep PRB, meningkatkan kapasitas yang ada dalam masyarakat.

Selasa, 25 Desember 2012

KHITANAN MASSAL DALAM RANGKA PERESMIAN BANK MUAMALAT CILACAP

Pada Hari Senin, Tanggal 10 Desember 2012, Diselenggarakan PERESMIAN BANK MUAMALAT CILACAP, JL.IR.JUANDA CILACAP OLEH BUPATI CILACAP, H.TATTO SUWARTO PAMUJI. Dalam Rangka peresmian tersebut, Bank Muamalat mengadakan KHITANAN MASSAL sebanyak 50 Anak, dilakukan oleh tim Medis dari MR ORGANIZER.

Read more.....

KELAS EDUKASI "AIMI CILACAP" 4 NOVEMBER 2012

Pada Hari Minggu, Tanggal 4 November 2012, Di STIKES AL _IRSAD CILACAP.
 
TINDAK LANJUT DARI KEGIATAN SEMINAR ASI, AIMI CILACAP: Kelas Edukasi Persiapan Menyusui Masa Kehamilan. Materi : IMD, Manfaat ASI, Posisi Perlekatan- Kunci Keberhasilan Menyusui. Minggu, 4 November 2012, Pkl 08.30 - 13.00, STIKES Al-Irsad Cilacap, Jl. Cerme No. 24 Cilacap. Investasi 65 ribu / Pack atau 120 rb / couple. Fasilitas : Goodie Bag, CD Materi, Bloknote, Snack, makan Siang, Door Prize.  CP 085726519410 (Konselor ASI ).

Menyusui, indah prosesnya dan berlimpah manfaatnya. Tidakkah semua ibu ingin berhasil menyusui anaknya? Tapi menyusui, meski terdengar sederhana, ternyata tak semudah yang kita kira.
Kegagalan menyusui berawal dari kurangnya informasi. Oleh karena itu, kami Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia mempersembahkan Kelas EdukASI Menyusui yang akan memberikan informasi sejak masa kehamilan, kelahiran dan bagaimana mengantisipasi tantangan-tantangan seputar kegiatan menyusui. Ajaklah juga suami, orangtua, keluarga atau sahabat untuk mendukung Anda mempelajari apa saja yang Anda butuhkan tentang menyusui. Kami berkomitmen membantu Anda sedini mungkin mendapatkan awalan yang baik untuk keberhasilan menyusui bagi buah hati Anda.

KELAS EDUKASI PERSIAPAN MENYUSUI—MASA KEHAMILAN
Dalam kelas ini akan dibahas:
(a) Tatalaksana IMD yang benar
(b) Manfaat ASI
(c) Bahaya Formula
(d) Mengenal anatomi payudara, posisi dan pelekatan menyusui yang efektif
(e) Kunci keberhasilan menyusui

Para peserta kelas akan mendapatkan penjelasan materi melalui presentasi slide termasuk cara membaca kurva pertumbuhan, menonton berbagai video seperti prosedur IMD (persalinan normal & caesar), aneka posisi menyusui, tanda bayi minum ASI, dsb.

InvestASI (termasuk goodie bag, snack, makan siang, CD materi, dan doorprize)
:

Read more.....

BAKSOS DESA MADUSARI KEC.WANAREJA CILACAP

Pada Hari Sabtu, Tanggal 3 November 2012, Di desa Madusari wanareja, dilaksanakan Bakti Sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan dan dilaksanakan TOT dari LPPSLH. Tim pelaksana Baksos terdiri dari: 1.LEMBAGA PENELITIAN PENGEMBANGAN & SUMBERDAYA LINGKUNGAN HIDUP 2.FORUM KOMUNIKASI SMUN 1 CIPARI 3.MAJELIS RAKYAT CILACAP 4.KARANG TARUNA KAB.CILACAP 5.LSM TERATAI PROV.JATENG

Read more.....

SIMULASI EMERGENCY RESPONS TSUNAMI CILACAP

Pada Tanggal 2 November 2012, Hari Jumat jam 13.00 Wib,bertempat di POLITEKNIK CILACAP, Dilaksanakan Gladi Lapang Tsunami Kabupaten Cilacap tahun 2012,DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KETANGGUHAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA.Dipimpin langsung oleh BUPATI CILACAP,H. Tatto Suwarto Pamuji

Read more.....

Selasa, 30 Oktober 2012

SEMINAR "ASI-INVESTASI GENERASI PENERUS YANG SEHAT, CERDAS DAN BERAKHLAK MULIA"

Pada Hari Sabtu, Tanggal 6 oktober 2012 dilaksanakan Seminar Kesehatan Untuk Umum yang di hadiri Oleh Ibu Bupati Cilacap / Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap, Ibu.Hj. Teti Suwarto Pamuji dan Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, dr.H. Bambang Setyono, MMR. Pembicara : 1.dr. Ekawaty Lutfia Haksari, SpA, IBCLC. (Bagian Perinatologi RS Dr. Sardjito Yogyakarta) Topik: Pentingnya IMD dan ASI untuk tumbuh kembang anak secara fisik, psikis dan spiritual. 2.dr. Supriyono, SpA Topik: Peran tenaga medis dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk keberhasilan pemberian ASI eksklusif .
Menyusui merupakan salah satu pengalaman paling indah yang dialami ibu dan bayi. Sayangnya tidak semua ibu menyadari akan pentingnya menyusui bayinya. Air Susu Ibu (ASI) diciptakan oleh Tuhan dengan segala kelebihannya. ASI mengandung semua nutrisi penting yang diperlukan bayi untuk tumbuh kembangnya, disamping itu juga mengandung antibodi yang akan membantu bayi membangun sistem kekebalan tubuh dalam masa pertumbuhannya. Menyusui juga dapat menciptakan ikatan psikologis dan kasih sayang yang kuat antara ibu dan bayi.
Begitu pentingnya manfaat ASI bagi bayi maka para ahli menyarankan agar ibu memberikan hanya ASI saja tanpa tambahan cairan apapun kepada bayinya selama 6 bulan sejak kelahiran yang dikenal dengan istilah ASI Eksklusif. Para ahli dengan berbagai penelitian telah membuktikan kebenaran tersebut, sehingga akhirnya Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO) termasuk seluruh Departemen Kesehatan di dunia pun sangat menganjurkan para ibu memberi ASI kepada bayinya agar dapat tumbuh kembang dan menjadi generasi yang cerdas. WHO, United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan lembaga kesehatan dunia lainnya, seperti WABA (World Alliance for Breastfeeding Action) berpendapat bahwa untuk sebagian besar bayi pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama sangat penting, kemudian menyusui dilanjutkan bersama dengan makanan pendamping ASI yang bergizi, sampai umur 2 tahun atau lebih. Proses ini merupakan kunci bagi tumbuh kembang sehat optimal bagi anak. Sejak tahun 2002 WHO dan UNICEF telah mencanangkan Strategi Global Peningkatan Pemberian Makan Bayi dan Anak pada tahun 2002 yang meliputi : 1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir selama satu jam dilanjutkan dengan rawat gabung. 2. Memberikan hanya ASI saja sejak lahir sampai bayi berumur 6 bulan. 3. Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) setelah umur 6 bulan. 4. Menyusui dilanjutkan sampai anak berumur 24 bulan atau lebih.
ASI penting bagi kelangsungan hidup bayi. IMD dapat menekan kematian bayi baru lahir hingga 22%. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menyebutkan bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif hingga umur 6 bulan baru 15,3%. IMD yang dilakukan segera setelah bayi lahir hanya 29,3%. Menyusui dini kurang dari 1 jam lebih banyak dilakukan ibu di pedesaan dengan tingkat ekonomi rendah. Bahkan, 11,1% ibu baru menyusui setelah bayi berumur lebih dari 48 jam. Ini membuat kolostrum yang mengandung antibodi terbuang.Menyusui adalah suatu proses alamiah, namun masih dianggap sebagai hal biasa yang tidak perlu dipelajari lagi. Cara menyusui yang benar sebetulnya memang tidak mudah, tetapi dapat dipelajari dan harus dipraktekkan. Adanya mitos-mitos yang keliru seputar menyusui sering menghambat pemberian ASI. Di lain pihak penerangan tentang susu formula sangat bertubi-tubi, bahkan kadang terdapat iklan yang menyesatkan. Selain itu pemasaran susu formula yang semakin tidak terkendali dan memberdayakan tenaga kesehatan serta fasilitas kesehatan dalam mendistribusikan susu formula kepada masyarakat. Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi rasa percaya diri para ibu yang ingin memberikan ASI pada bayinya.
Permasalahan menyusui yang sering dihadapi oleh para ibu diantaranya: paska melahirkan sebagian ibu seringkali mengeluhkan minimnya produksi ASI kemudian ibu mulai gusar saat ASI tak juga keluar, cepat menyerah atau panik dan mengklaim diri tidak bisa memberikan ASI. Seorang ibu menyusui perlu dukungan keluarga terutama suami dan lingkungan di sekitarnya untuk selalu bisa memberikan ASI sebagai satu-satunya asupan gizi paling sempurna untuk bayi usia 0 sampai 6 bulan. Peran tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang mendukung pemberian ASI tentu sangat berpengaruh pada keberlangsungan pemberian ASI eksklusif. PP No. 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif telah disahkan pada Tanggal 1 Maret 2012. Hal tersebut membuat semua pihak harus mendukung ibu menyusui. Ini menjamin pemenuhan hak bayi dan perlindungan ibu menyusui serta meningkatkan peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan. Tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan wajib melakukan IMD, menempatkan ibu dan bayi dalam satu ruang rawat. Selain itu, ada juga keharusan penyediaan ruang menyusui di tempat kerja dan fasilitas umum serta pembatasan promosi susu formula.Ibu dan bayi memerlukan dukungan dari seluruh pihak, mulai dari suami dan anggota keluarga lain, rekan kerja, lingkungan sekitar dan sarana umum, petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, serta pemerintah dan kebijakan-kebijakannya, demi mencapai kesuksesan menyusui. Diperlukan cara-cara yang menembus batas, lintas generasi, lintar sektor, lintas gender, lintas budaya agar dapat berbagi tentang pengalaman dan pengetahuan serta menjangkau secara luas. Tak diragukan bahwa ASI sangat penting untuk bayi. Menyusui adalah cara paling alami dan efektif untuk memahami dan memenuhi kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembangnya yang optimal tidak hanya sehat secara fisik namun juga cerdas dan berakhlak mulia serta tumbuh menjadi generasi penerus yang berkualitas.

Read more.....

PERESMIAN RSU APRILLIA 13 JULI 2012 OLEH BUPATI CILACAP

Pada hari Jumat, Tanggal 13 Juli 2012, RSU APRILLIA diresmikan oleh Bupati Cilacap, Bp. H. Tatto Suwarto Pamuji, bertempat di Jl. Jend. Gatot Subroto No.95 CIlacap. ERA GLOBALISASI YANG PENUH DENGAN TANTANGAN MENUNTUT KITA UNTUK SELALU BERUPAYA MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERMASUK DIDALAMNYA MENYIAPKAN SUMBERDAYA MANUSIA SERTA DUKUNGAN SARANA PRASARANA YANG MEMADAI. DENGAN DEMIKIAN PEMANTAUAN DAN PEMELIHARAAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT AKAN OPTIMAL. SEKTOR KESEHATAN MERUPAKAN SEKTOR YANG SANGAT STRATEGIS DALAM PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MANUSIA, KARENA KITA HARUS MENYADARI BAHWA DIDALAM TUBUH YANG SEHAT AKAN TERCIPTA KUALITAS MANUSIA YANG SEHAT PULA. SEIRING DENGAN HAL TERSEBUT DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG MANDIRI UNTUK SEHAT, RUMAH SAKIT UMUM APRILLIA SESUAI DENGAN PROGRAM PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP SEBAGAI PILAR KESEHATAN DI KOTA CILACAP.

, RS APRILLIA PADA AWAL BERDIRI MERUPAKAN RUMAH SAKIT YANG MELAYANI KESEHATAN IBU DAN ANAK, DENGAN BERUSAHA UNTUK TERUS MENINGKATKAN KUALITAS, BAIK DARI SEGI PELAYANAN MAUPUN SARANA PRASARANA, RS APRILLIA BERKEMBANG MENJADI RUMAH SAKIT UMUM YANG SIAP MELAYANI MASYARAKAT LUAS. FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN YANG DISELENGGARAKAN DI RSU APRILLIA: POLIKLINIK / RAWAT INAP KANDUNGAN DAN KEBIDANAN. POLIKLINIK / RAWAT INAP KESEHATAN ANAK. POLIKLINIK / RAWAT INAP BEDAH UMUM. POLIKLINIK / RAWAT INAP BEDAH ORTHOPAEDI. POLIKLINIK / RAWAT INAP THT KAMAR OPERASI BEDAH INSTALASI GAWAT DARURAT 24 JAM. INSTALASI RADIOLOGI DAN LABORATORIUM. INSTALASI FARMASI.

Read more.....

Kamis, 26 April 2012

PEMBENTUKAN FORUM PENGURANGAN RISIKO BENCANA KABUPATEN CILACAP

Pada Tanggal 21 April 2012, Bertepatan dengan hari Kartini, Di Aula POLRES Cilacap, Dilaksanakan Konggres Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana, dengan Mengundang Semua Elemen Forum Kebencanaan, BNPB, BPBD, Stake HOlder, Instansi-instansi terkait,

Read more.....